Peranan Telematika Dalam Pertanian

Peran sektor pertanian di Indonesia sangatlah penting, bukan saja sumbangannya terhadap penyerapan tenaga kerja, tetapi juga sebagai penghasil bahan pangan, pendorong munculnya industri lain, pendorong munculnya kesempatan berusaha di kegiatan yang lain, dan penghasil devisa yang relatif besar.  Namun dalam perjalanannya, sektor pertanian dihadapkan pada sejumlah kendala, antara lain karena semakin
menyempitnya penguasaan lahan, semakin terbatasnya penguasaan modal, kurangnya pemanfaatan teknologi dan sulitnya pemasaran. Akibatnya, tampilan (performance) sektor pertanian menjadi kurang seperti yang diharapkan.

Untuk mengejar ketertinggalan ini, pemerintah berupaya untuk memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai instrument akselerasi pembangunan pertanian.   Pemanfaatan TIK dalam bidang pertanian sering dinamakan e-Agriculture atau e-Agribusiness.

Dalam Rencana Strategik (RENSTRA) Departemen Pertanian, 2005-2009, telah dicanangkan kebijakan operasional program TIK, yaitu:
(i). Pengembangan dan Penyelenggaraan Sistem Informasi dan Statistik Pertanian,
(ii). Peningkatan Pemanfaatan dan Penyebaran Informasi,
(iii). Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia dalam Bidang Statistik dan Sistem Informasi, dan
(iv). Pengembangan dan Penataan Kelembagaan Sistem Informasi.

Pengertian E-Agriculture

Pengertian e-Agriculture atau e-Agribusiness sendiri diambil dari definisi e (electronic) dalam konsep Information and Communication Technology (ICT), yaitu kegiatan pertanian dan/atau agribisnis yang memanfaatkan keunggulan ICT seperti komputer, internet, piranti lunak (softwares) dan piranti keras (hardwares), radio, televisi dan perangkat IT lainnya, serta orang yang mengoperasikan ICT tersebut. Aplikasi e-Agriculture atau e-Agribusiness dapat dilakukan di semua aktivitas pertanian mulai dari
kegiatan di hulu (proses produksi) sampai pada di hilir (pemasaran hasil). FAO telah memanfaatkan ICT di kegiatan network, publikasi, database dan pembuatan Web.

Pemanfaatan ICT dalam Pertanian

Kini ICT juga dicoba untuk mendorong agar pertanian Indonesia mampu bersaing. Hal ini dapat dimengerti karena peran ICT sering menonjol, apakah itu di kegiatan teknologi produksi maupun di kegiatan teknologi informasi. Dengan demikian, lambat atau cepat, maka pelaku agribisnis di Indonesia harus bisa menguasai teknologi tersebut.

Misalnya untuk tingkat pengembangan suatu perusahaan hasil olahan dari produk pertanian, bantuan ICT akan sangat menentukan proses kegiatan perusahaan tersebut. Ke empat komponen di atas, tentu saling kait mengkait satu sama lain, karena komponen yang satu akan saling mempengaruhi komponen yang lain.

Pemerintah yang ditugasi membangun sektor pertanian sebenarnya juga telah mulai mempertimbangkan dan memasukkan ICT ini dalam program pembangunan lima tahun Departemen Pertanian. Kini, Departemen Pertanian memperkenalkan program yang dinamakan Program Rintisan dan Akselerasi Pemasyarakatan Inovasi Teknologi Pertanian (Primatani). Program ini pada dasarnya dirancang untuk mempercepat pemanfaatan hasil-hasil penelitian untuk segera diterapkan di masyarakat pertanian, khususnya dengan memanfaatkan keunggulan ICT.

Sementara itu, Departemen Pertanian memanfaatkan ICT untuk program :
(i). Pengembangan Statistik Pertanian,
(ii). Pengembangan Sistem Informasi, dan
(iii). Penunjang Pengembangan Sistem Informasi dan Statistik Pertanian.

Pemanfaatan e-Agriculture atau e-Agribusiness di kalangan swasta dan di pendidikan pertanian dirasa juga belum seperti yang diharapkan. Berdasarkan hal-hal di atas disarankan agar ada kepemihakan pemerintah untuk mendorong pemanfaatan e- Agriculture atau e-Agribusiness di semua kegiatan di lingkup pertanian, khususnya di bidang softwares, hardwares dan SDM-nya. Tujuannya adalah untuk mempercepat lajunya pembangunan pertanian di Indonesia.

Sumber :

Soekartawi.2007.E-Agribisnis:Teori dan Aplikasinya. 
http://journal.uii.ac.id/index.php/Snati/article/view/1760
http://priskatandi.wordpress.com/ 

READMORE
 

Fungsi USB On The Go Pada Smartphone

Pengertian OTG

SB On-The-Go, sering disingkat USB OTG, adalah suatu spesifikasi yang memungkinkan perangkat yang memiliki port USB seperti pemutar audio digital atau ponsel untuk bertindak sebagai HOST, yang memungkinkan perangkat USB lainnya seperti USB flashdrive, mouse, atau keyboard dapat terpasang kepada mereka. Tidak seperti sistem USB konvensional, USB OTG dapat bertindak sebagai perangkat USB normal ketika terpasang ke host lain. Hal ini dapat digunakan untuk memungkinkan ponsel untuk bertindak host untuk flashdrive dan membaca isinya, men-download musik misalnya, tapi kemudian bertindak sebagai flash drive ketika terhubung ke komputer host dan memungkinkan host untuk membacakan isi baru .

Singkat kata, dengan fitur USB On The Go ini, smartphone/tablet Agan bisa melakukan kegiatan layaknya laptop atau PC Desktop. Karena fungsinya, maka pantas bila banyak orang yang lebih merasa "bergengsi" memiliki smartphone murah namun memiliki fitur ini, seperti Sony Xperia Mini daripada memiliki LG Optimus Vu yang mahal namun nihil fitur ini.

Jenis-jenis Connector USB On The Go

Selain terkait hardware device, fitur USB OTG pada beberapa device juga memerlukan connector tambahan untuk mengkonversi wujud port USB Host ke dalam port propietary masing-masing vendor. Adapun beberapa tablet masa kini telah mendukung penuh port USB Host seperti misalnya Asus Transformer, Acer Iconia A500/A501 Android, dan Tablet Windows 8 terbaru mulai dari Samsung Ativ hingga Asus. Untuk Tablet di bawah 10 inchi dan smartphone, umumnya hanya dibekali port Micro USB dan Mini USB atau port propietary khas vendor mereka, sehingga diperlukan connector tersendiri seperti Micro USB On The Go, Mini USB On The Go, dan OTG untuk port khusus (Galaxy Tab port, iPad Port).

Micro USB OTG

Micro USB 3.0 OTG

Mini USB OTG

Manfaat OTG

Fitur USB On The Go memiliki banyak manfaat. Seperti sebagaimana definisi yang disebutkan di atas, secara standar USB On The Go membantu device untuk melakukan pembacaan dan penulisan data seperti flashdisk, card-reader, isi MP3 Player/smartphone lain (merk tertentu dengan modus mass storage) serta pembacaan/pengenalan HID (Human Interface Devices) seperti mouse, keyboard, serta gamepad.


Selain kemampuan standar sebagaimana disebutkan di atas, kemampuan fitur USB On The Go dikembangkan ke arah produktivitas yang ke depannya akan sangat membantu pengolahan data. Salah satu contoh yang terpopuler adalah penggunaan DSLR Controller. Dengan bantuan software DSLR Controller di smartphone/Tablet Agan, maka smartphone/tablet Agan bisa berfungsi sebagai panel kit bagi DSLR Agan. Ane sudah mencoba dengan menggunakan Samsung Galaxy Tab ane dengan Canon ane. Berjalan sangat baik. Bermanfaat bagi fotografer yang kesulitan melakukan shuttling saat mengarahkan gaya atau mereka yang membutuhkan viewfinder lebih luas dibanding display DSLR. Panel kit semacam ini di toko-toko kamera dapat ditebus seharga tujuh jutaan. Siapa sangka kemampuan semahal itu dapat dijalankan di smartphone/tablet Anda.

Satu lagi manfaat fitur OTG yang sangat penting adalah menjalankan fungsi MODEM! Ya, beberapa vendor tablet asal Tiongkok seringkali kesulitan mencari komponen bagi tablet untuk bisa memiliki fungsi selular namun dapat menjalankan kegiatan selancar data dengan cepat di layar dan kebutuhan energi semacam tablet. Disadari bersama tentu kemampuan riset pengembang dan produsen tablet asal Tiongkok tidak sebaik vendor besar asal Korea ataupun Eropa. Namun vendor Tiongkok tentu tak ambil pusang. Fungsi selular yang dihilangkan digantialihkan dengan kemampuan menggunakan modem optional. Driver Modem USB Host biasanya sudah terinstal dalam kernel Android yang ditanamkan. Contoh device yang jamak ditemui adalah Ainol Aurora II, Ainol Flame/Fire, Ainol Crystal, beberapa tipe IMO Tablet, Cyrus, dan Advan Vandroid dengan standar umum modem bermerk Huawei. Harus merk Huawei? Tentu tidak. Hal ini lebih dikaitkan kepada jenis chipset yang digunakan. Umumnya chipset yang digunakan oleh Tablet maupun smartphone yang mendukung OTG umumnya berbasis ARM (Qualcomm Snapdragon, Samsung Exynos, Mediatek dll), dan kompatibilitas modem yang sesuai adalah modem dengan chipset yang basis arsitekturnya sejenis. Dan umumnya modem merk Huawei menggunakan chipset buatan Qualcomm yang sejenis dengan chipset smartphone atau tablet. So? Berniat menggunakan modem untuk tablet? Anda bisa memilih yang menggunakan chipset Qualcomm.

Pengembangan lain adalah kemampuan pembacaan-penulisan media storage Harddisk Eksternal. Namun berbeda dengan flashdisk, Harddisk eksternal membutuhkan lebih banyak daya sementara smartphone/tablet tidak sanggup mensuplai kebutuhan tenaga sebanyak itu. Oleh karena itu diperlukan tambahan daya dari luar. Solusinya adalah penggunaan kabel Y, dimana satu cabang menuju OTG/smartphone, satu cabang menuju Harddisk Eksternal, dan satu menuju sumber power (bisa diakali dengan menggunkana charger kepala USB). Adapun untuk harddisk eksternal merk Seagate biasanya sudah membundle dengan kabel Y. Selanjutnya software yang digunakan adalah StickMount untuk melakukan load data dari harddisk eksternal. Di aplikasi ini akan ditentukan di folder manakah eksternal drive ini akan muncul.

Apakah Smartphone/Tablet Anda Mendukung USB OTG???

Anda dapat mengetahui smartphone/tablet mendukung USB OTG atau tidak. Anda bisa menginstal USB Host Diagnostic. Gratis di Google Play Store. Dan bila terdapat notif YES seperti pada gambar di bawah, bisa dipastikan smartphone Anda mendukung USB OTG.



Hal-Hal Penting yang Harus Diperhatikan

Pastikan format flashdisk dan memory card adalah FAT32. Penggunaan formasi selain FAT32 berisiko device akan "memaksa" format FAT32 yang berakibat pada corrupted data pada flashdisk atau kartu memori, meskipun kejadian ini jarang terjadi

Pada penggunaan kabel Y untu kegiatan baca-tulis Harddisk External, pastikan kabel Y yang digunakan berkualitas baik, mengingat terdapat masukan daya dari sumber listrik luar. Kabel Y abal-abal justru memiliki risiko jumper ataupun short listrik yang berakibat pada kerusakan baik pada harddisk eksternal bahkan kerusakan pada IC power device Anda.

Untuk device yang mendukung fitur USB On The Go namun baru pertama kali terhubung dengan piranti USB On The Go, lakukan restart sekali saja setelah penggunaan pertama tersebut. Karena pada koneksi pertama dengan OTG, driver USB Host aktif, terekstrak, dan terinstal secara otomatis. Melakukan restart (cukup sekali saja) membantu untuk menyempurnakan instalasi dimaksud.

Untuk penggunaan Micro USB On The Go, pastikan untuk menggunakan Connector USB On The Go berbentuk "L" atau siku. Karena port Micro USB tidak sekokoh port Mini USB. Connector dengan port "lurus" biasanya akan mudah goyah dan berakibat flashdisk/kartu memori lepas secara tak sengaja. Hal ini bisa berisiko merusak flashdisk/kartu memori ataupun device Anda sendiri.

Mounting dan Unmounting (Ejecting/Safely Removing)

Serupa colok-lepas flashdisk di PC Desktop/Notebook, beberapa ponsel/smartphone/tablet secara langsung telah memiliki fitur USB On The Go siap pakai. Untuk yang memiliki OS Ice Cream Sandwich ke atas bahkan memiliki kemampuan Plug n Play yang memudahkan. Untuk kemudahan bagi smartphone yang belum melakukan update ke ICS, dapat diakali dengan menggunakan aplikasi Astro Explorer karena di dalamnya terdapat panel pintas langsung menuju isi flashdisk yang lumayan menghemat waktu.

Untuk melakukan Unmounting/Ejecting/Safely Removing, bisa dilaukan dengan masuk ke menu:
Setting > Storage > USB Disk > Unmount

Untuk yang memiliki OS Ice Cream Sandwich ke atas dapat dilakukan dengan men-tap logo USB Connection yang terdapat di Panel Notifikasi dalam Desktop

READMORE
 

Manajemen Data Telematika

Manajemen Data Telematika adalah pengembangan dan penerapan arsitektur, kebijakan, praktik, dan prosedur yang secara benar menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan. Jadi, Manajemen data telematika merupakan prosedur yang menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan bantuan telematika. Contohnya yaitu client server yang dapat diartikan sebagai kemampuan komputer untuk meminta layanan request data kepada komputer lain. Setiap instance dari komputer yang meminta layanan disebut sebagai client, sedangkan setiap instance yang menyediakan layanan disebut sebagai server. Data yang diminta oleh client dapat diambil dari database pada sisi server yang sering disebut database server, seperti MySQL, PostgreSQL, Oracle, atau SQL Server.

PENGERTIAN CLIENT-SERVER  

Client/Server dapat diartikan sebagai kemampuan komputer untuk meminta layanan request data kepada komputer lain. Komputer yang meminta layanan disebut sebagai client, sedangkan yang menyediakan layanan disebut sebagai server.
Pengertian lain, client melakukan permintaan suatu informasi atau mengirim perintah ke server. Server akan menerima permintaan dan perintah client. Kemudian server akan memproses memproses berdasarkan permintaan tersebut, dan mengembalikan kepada client sebagai hasil pemrosesan yang sudah dilakukan.

KARAKTERISTIK CLIENT SERVER

Client dan Server merupakan item proses (logika) terpisah yang bekerja sama pada suatu jaringan komputer untuk mengerjakan suatu tugas
Service : Menyediakan layanan terpisah yang berbeda
Shared resource : Server dapat melayani beberapa client pada saat yang sama dan mengatur pengaksesan resource
Asymmetrical Protocol : antara client dan server merupakan hubungan one-to-many. Client memulai komunikasi dengan mengirim request ke server. Server menunggu permintaan dari client. Kondisi tersebut juga memungkinkan komunikasi callback.
Transparency Location : proses server dapat ditempatkan pada mesin yang sama atau terpisah dengan proses client. Client/server akan menyembunyikan lokasi server dari client.
Mix-and-match : tidak tergantung pada platform
Message-based-exchange : antara client dan server berkomunikasi dengan mekanisme pertukaran message.
Encapsulation of service : message memberitahu server apa yang akan dikerjakan
Scalability : sistem C/S dapat dimekarkan baik vertikal maupun horisontal
Integrity : kode dan data server diatur secara terpusat, sedangkan pada client tetap pada komputer tersendiri.

Karakteristik Server

  • Pasif
  • Menunggu request
  • Menerima request, memproses mereka dan mengirimkan balasan berupa service

Karakteristik Client
  • Aktif
  • Mengirim request
  • Menunggu dan menerima balasan dari server

KEUNTUNGAN CLIENT-SERVER

Client-server mampu menciptakan aturan dan kewajiban komputasi secara terdistribusi.
Mudah dalam maintenance. Memungkinkan untuk mengganti, memperbaiki server tanpa mengganggu client.
Semua data disimpan di server. Server dapat mengkontrol akses terhadap resources, hanya yang memiliki autorisasi saja.Tempat penyimpanan terpusat, update data mudah. Pada peer-to-peer, update data sulit
Mendukung banyak clients berbeda dan kemampuan yang berbeda pula.
KELEMAHAN CLIENT-SERVER    

Traffic congestion on the network, jika banyak client mengakses ke server secara simultan, maka server akan overload.
Berbeda dengan P2P network, dimana bandwidthnya meningkat jika banyak client merequest. Karena bandwidth berasal dari semua komputer yang terkoneksi kepadanya.
Pada client-server, ada kemungkinan server fail.
Pada P2P networks, resources biasanya didistribusikan ke beberapa node sehingga masih ada node yang dapat meresponse request.

ARSITEKTUR FILE SERVER

Model pertama Client/Server
Semua pemrosesan dilakukan pada sisi workstation
Satu atau beberapa server terhubungkan dalam jaringan 
Server bertindak sebagai file serverFile server bertindak sebagai pengelola file dan memungkinkan klien mengakses file tersebut.
Setiap klien dilengkapi DBMS tersendiri 
DBMS berinteraksi dengan data yang tersimpan dalam bentuk file pada server

Aktivitas pada klien:
  • Meminta data
  • Meminta penguncian data

Tanggapan dari klien     :

  • Memberikan data
  • Mengunci data dan memberikan statusnya
BATASAN FILE SERVER

Beban jaringan tinggi karena tabel yang diminta akan diserahkan oleh file server ke klien melalui jaringan Setiap klien harus memasang DBMS sehingga mengurangi memori. Klien harus mempunyai kemampuan proses tinggi untuk mendapatkan response time yang bagus. Salinan DBMS pada setiap klien harus menjaga integritas databasse yang dipakai secara bersama-sama. Tanggung jawab diserahkan kepada programmer.

ARSITEKTUR DATABASE SERVER

Klien bertanggung jawab dalam mengelola antar muka pemakai (mencakup logika penyajian data, logika pemrosesan data, logika aturan bisnis).
Database server bertanggung jawab pada penyimpanan, pengaksesan, dan pemrosesan database.
Database serverlah yang dituntut memiliki kemampuan pemrosesan yang tinggi
Beban jaringan menjadi berkurang 
Otentikasi pemakai, pemeriksaan integrasi, pemeliharaan data dictionary dilakukan pada database server
Database server merupakan implementasi dari two-tier architecture

Sumber

http://mydelight.co.cc/?p=47
http://resty-pumpfh.blogspot.com/2009/12/manajemen-data-telematika.html
http://lecturer.ukdw.ac.id/anton/download/PEMROGRAMAN%20JARINGAN-Modul2.doc
http://kambing.ui.ac.id/bebas/v06/Kuliah/SistemOperasi/BUKU/SistemOperasi-4.X-1/ch17s05.html

READMORE
 

TEKNOLOGI TELEMATIKA

Pendahuluan

Teknologi informasi dan komunikasi, pada masa sekarang tidak dapat dilepaskan dengan telematika (cyberspace). Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, telah mempengaruhi banyak aspek kehidupan di masyarakat, antara lain dalam alam perkembangannya, teknologi telematika ini telah menggunakan kecepatan dan jangkauan transmisi energi elektromagnetik, sehingga sejumlah besar informasi dapat ditransmisikan dengan jangkauan sampai seluruh dunia. Pada saat ini informasi sudah banyak berkembang sedemikian rupa, hanya saja harus adanya dukungan teknologi.

Dalam perkembangannya, teknologi telematika telah menggunakan kecepatan dan jangkauan transmisi energi elektromagnetik, sehinggasejumlah besar informasi dapat ditransmisikan dengan jangkauan,menurut keperluan, sampai seluruh dunia.


Pada saat ini informasi sudah banyak berkembang sedemikian rupa,hanya saja harus adanya dukungan teknologi. Teknologi telematika yangtelah berkembang sehingga mampu menyampaikan suatu informasi.

Teori


Telematika dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Para praktisi mengatakan bahwa telematika merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “Telekomunikasi dan Informatika” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital.

Contoh-contoh dari teknologi telematika :

a. E-goverment

1. E-goverment dihadirkan dengan maksud untuk administrasi pemerintahansecara elektronik.

2. Di Indonesia ini, sudah ada suatu badan yang mengurusi tentang telematika, yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI). TKTI mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan dan mempelopori program aksi dan inisiatif untuk menigkatkan perkembangan dan pendayagunaan teknologi telematika di Indonesia, serta memfasilitasi dan memantau pelaksanaannya.

3. Dengan e-goverment, pemerintah dapat menjalankan fungsinya melalui sarana internet yang tujuannya adalah memberi pelayanan kepada publik secara transparan sekaligus lebih mudah, dan dapat diakses (dibaca) olehkomputer dari mana saja.

4. E-goverment juga dimaksudkan untuk peningkatan interaksi, tidak hanya antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga antar sesama unsur pemerintah dalam lingkup nasional, bahkan intrernasional.

5. Isi informasi dalam e-goverment, antara lain adalah profil wilayah atauinstansi, data statistik, surat keputusan, dan bentuk interaktif lainnya.


b. E-commerce

1. Prinsip e-commerce tetap pada transaksi jual beli. Semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik.

2. Luasnya wilayah e-commerce ini, bahkan dapat meliputi perdagangan internasional, menyangkut regulasi, pengiriman perangkat lunak (software), perbankan, perpajakan, dan banyak lagi.E-commerce juga memiliki istilah lain, yakni e-bussines.


c. E-learning

1Globalisasi telah menghasilkan pergeseran dalam dunia pendidikan, daripendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka.

2. Di Indonesia sudah berkembang pendidikan terbuka dengan modus belajar jarah jauh (distance learning) dengan media internet berbasis web atau situs.

3. Melihat hasil perolehan belajar berupa nilai secara online, mengecek  jadwal kuliah, dan mengirim naskah tugas, dapat dilakukan.

4. Kenyataan tersebut dapat dimungkinkan dengan adanya teknologi telematika, yang dapat menghubungkan guru dengan muridnya, danmahasiswa dengan dosennya.

5. Web bernuansa pendidikan non-institusi, perpustakaan online, dan interaksi dalam group, juga sangatlah mendukung.


Analisis

Peranan telematika sangat besar bagi kehidupan sehari-hari dimana semua bidang hampir menggunakannya, seperti pendidikan, perbankan, hingga pemerintahan suatu negara menggunakan telematika. Dengan begitu hasil yang didapat lebih akurat dan lebih cepat. Hanya saja dibutuhkan dukungan teknologi yang memadai untuk melakukan semua itu.

Referensi

http://15forever.wordpress.com/2012/12/22/teknologi-telematika/

http://www.scribd.com/doc/42641727/Teknologi-Telematika


READMORE
 

TELEMATIKA

Pendahuluan

Perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika (telematika) saat ini sangat pesat sekali. Di berbagai bidang hampir membutuhkan teknolgi telekomunikasi dan informatika untuk mempermudah suatu pekerjaan yang berkaitan dalam dunia IT.

Dalam era globalisasi sekarang ini, komputer merupakan alat yang sangat dibutuhkan oleh banyak instansi dan perusahaan-perusahaan milik negara maupun swasta. Pemakaian komputer semakin berkembang pesat di segala bidang sesuai dengan kemajuan zaman. Sejalan dengan lajunya perkembangan dunia teknologi modern saat ini, mengakibatkan perubahan kehidupan manusia dalam menangani setiap permasalahan yang terjadi yang ada hubungannya dengan proses pembangunan secara menyeluruh.

Pada saat ini, komputer sudah memasuki hampir semua kehidupan masyarakat. Dunia pendidikan sangat terkait dengan komputerisasi. Dalam mendukung pembelajaran maupun dalam pengolahan data yang ada di lingkungan sekolah. Pembelajaran di lingkungan sekolah dapat dibantu dengan aplikasi-aplikasi yang dibangun mengenai pelajaran tersebut.

Komputer memiliki peranan besar dalam bidang pendidikan khususnya dalam kegiatan belajar mengajar. Sehingga model pembelajaran yang klasikal, yaitu dengan menggunakan buku sebagai sumber belajar dirasa membosankan.

Teori

Telematika dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Para praktisi mengatakan bahwa telematika merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “Telekomunikasi dan Informatika” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital.

Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghindarkan media komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah Telematika kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara telekomunikasi, media dan informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah.

Konvergensi Telematika kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau “The Net”. Dalam perkembangannya istilah “media” dalam Telematika berkembang menjadi wacana “multimedia”. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah “multimedia” semula hanya merujuk pada kemampuan sistem computer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium.

Menurut Yusuf Hadi Miarso ( 2007 ) telematika merupakan sinergi teknologi telekomunikasi dan informatika untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem binary ( digital ). Telekomunikasi adalah sistem hubungan jarak jauh yang terjalin melalui saluran kabel dan nirkabel ( gelombang suara, elektromagnetik, dan cahaya ). Sedangkan informatika adalah pengelolaan data yang bermakna dengan sistem binary ( digital ). 

Istilah Teknologi dan Komunikasi (ICT = Information and Communication Technology ) yang lebih dikenal sekarang ini bermaksud memperluas pengertian telematika. Jadi , dapat disimpulkan bahwa Telematika merupakan konvergensi antara teknologi Telekomunikasi , Media dan Informatika yang digunakan untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem binary / digital.

Analisis

Peranan telematika sangat besar bagi kehidupan sehari-hari dimana semua bidang hampir menggunakannya, seperti pendidikan, perbankan, hingga pemerintahan suatu negara menggunakan telematika. Tapi dari banyaknya hal positif yang bisa diambil tidak sedikit orang yang menggunakannya untuk melakukan tindakan kejahatan seperti mencuri data melalui media internet atau yang biasa disebut cyber crime.

Jadi sebagai pengguna kita diharuskan bijak dalam menggunakan teknologi yang ada untuk melakukan hal-hal yang positif untuk membantu dalam mengerjakan suatu tugas dan mencari informasi.

Referensi

http://agungdimas.wordpress.com/2012/10/10/konsep-dan-pendahuluan-telematika/

http://tiarcihuy.blogspot.com/2012/12/peran-telematika-dalam-pendidikan-dan.html

http://nindityakharisma.blogspot.com/2009/09/telematika-adalah.html



READMORE
 

Silogisme Kategorial



SILOGISME KATEGORIAL
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Silogisme terdiri dari; Silogisme Katagorik, Silogisme Hipotetik dan Silogisme Disyungtif.

Pengertian Silogisme Kategorial
Silogisme Katagorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan katagorik. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term)

Contoh :
- Semua tumbuhan membutuhkan air (premis mayor).
- Akasia adalah tumbuhan (premis minor).
- Akasia membutuhkan air (Konklusi).

Hukum-hukum Silogisme Katagorial

1) Apabila salah satu premis bersifat partikular, maka kesimpulan harus partikular juga.
Contoh; Semua yang halal dimakan menyehatkan (mayor). Sebagian makanan tidak menyehatkan (minor). Maka; Sebagian makanan tidak halal dimakan (konklusi).

2) Apabila salah satu premis bersifat negatif, maka kesimpulannya harus negatif juga.
Contoh; Semua korusi tidak disenangi (mayor). Sebagian pejabat korusi (minor). Maka; Sebagian pejabat tidak disenangi (konklusi).

3) Apabila kedua premis bersifat partikular, maka tidak sah diambil kesimpulan. Contoh; Beberapa politikus tidak jujur (premis 1). Bambang adalah politikus (premis 2). Kedua premis tersebut tidak bisa disimpulkan. Jika dibuat kesimpulan, maka kesimpulannya hanya bersifat kemungkinan (bukan kepastian). Bambang mungkin tidak jujur (konklusi).

4) Apabila kedua premis bersifat negatif, maka tidak akan sah diambil kesimpulan. Hal ini dikarenakan tidak ada mata rantai yang menhhubungkan kedua proposisi premisnya. Kesimpul dapat diambil jika salah satu premisnya positif. Contoh; kerbau bukan bunga mawar (premis 1). Kucing bukan bunga mawar (premis 2). Kesimpulannya? Tidak ada.

5) Apabila term penengah dari suatu premis tidak tentu, maka tidak akan sah diambil kesimpulan. Contoh; semua ikan berdarah dingin. Binatang ini berdarah dingin. Maka, binatang ini adalah ikan? Mungkin saja binatang melata. Term-predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term redikat yang ada pada premisnya. Apabila tidak konsisten, maka kesimpulannya akan salah.
Contoh;
1. kerbau adalah binatang (premis 1).
2. Kambing bukan kerbau (premis 2).
Maka; kambing bukan binatang ? Binatang pada konklusi merupakan term negatif sedangkan pada premis 1 bersifat positif.

Term penengah harus bermakna sama, baik dalam premis mayor maupun premis minor. Bila term penengah bermakna ganda kesimpulan menjadi lain.
contoh;
1. Bulan itu bersinar di langit (mayor).
2. Januari adalah bulan (minor).
Maka; januari bersinar dilangit?
Silogisme harus terdiri tiga term, yaitu term subjek, predikat, dan term, tidak bisa diturunkan konklsinya. Contoh;
a. kucing adalah binatang (premis1).
b. Domba adalah binatang (premis 2).
c. Beringin adalah tumbuahan (premis3).
d. Sawo adalah tumbuhan (premis4).

Contoh Kalimat Silogisme Kategorial
A. Semua Mahasiswa adalah lulusan SLTA Nanni adalah mahasiswa Jadi Nanni lulusan SLTA
B. Tidak ada Manusia yang kekal Mahasiswa adalah Manusia Jadi Mahasiswa tidak kekal
C. Semua Manusia berpikir Semua Rusa bukan Manusia
D. Tidak seekor Ikan pun ayam Semua Ikan berenang Jadi tidak seekor Ayam pun berenang
E. Semua Karyawan PT.Makmur masuk kerja Ratna adalah Karyawan PT.Makmur
Jadi Ratna harus masuk kerja
F. Manusia selalu bersifat ingin tahu Mahasiwa adalah Manusia
G. Semua Vegetarian hanya makan sayur Indah hanya makan sayur Jadi Indah adalah Vegetarian
H. Beberapa Hewan berkembang biak dengan bertelur Tidak seorang pun Manusia adalah Hewan
READMORE
 

Penalaran Induktif


Pengertian Penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera(pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dari pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi-proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Menurut Nickerson (1986) definisi penalaran sebagai berikut:

"Reasoning encompasses many of the processes we use to form and evaluate beliefs-beliefs about the world, about the people, about the truth or falsity of claims we encounter or make. It involves the production and evaluation of arguments, the making of inferences and the drawing of conlusions, the generation and testing of hypoteses. It requires both  deduction and induction, both analysis and synthesis, and both criticality and creativity." (Nickerson, Raymond S. ,1986)

Konsep dan simbol dalam penalaran

Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen.

Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis.

Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi. Bersama – sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasil dari rangkaian pengertian.


Penalaran induktif adalah cara berpikir dengan menarik kesimpulan umum dari pengamatan atas gejala-gejala yang bersifat khusus. Misalnya pada pengamatan atas logam besi, alumunium, tembaga dan sebagainya. Jika dipanasi ternyata menunjukkan bertambah panjang. Dari sini dapat disimpulkan secara umum bahwa logam jika dipanaskan akan bertambah panjang. Biasanya penalaran induktif ini disusun berdasarkan pengetahuan yang dianut oleh penganut empirisme.

Contoh penalaran induktif adalah "kerbau punya mata", "anjing punya mata", "kucing punya mata". Setiap hewan punya matapenalaran induktif membutuhkan banyak sampel untuk mempertinggi tingkat ketelitian premis yang diangkat. untuk itu penalaran induktif erat dengan pengumpulan data dan statistik.


Bentuk-bentuk penalaran induktif
Di dalam penalaran induktif terdapat tiga bentuk penalaran induktif, yaitu generalisasi, analogi dan hubungan kausal.

A. Generalisasi
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.

Contohnya :
• Luna Maya adalah bintang film, dan ia berparas cantik.
• Revalina. S. Temat adalah bintang film, dan ia berparas cantik.
*Generalisasi: Semua bintang film berparas cantik.

Pernyataan “Semua bintang film berparas cantik” hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.
Contoh kesalahannya :
Bella juga bintang iklan, tetapi tidak berparas cantik.

Macam-macam generalisasi :
a. Generalisasi sempurna
Generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh : Sensus penduduk
b. Generalisasi tidak sempurna
Generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomenayang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh : Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantaloon. Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna.

Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar. Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
-  Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
-  Sampel harus bervariasi.
-  Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.

B. Analogi
Cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yangmempunyai sifat yang sama.
Analogi mempunyai 4 fungsi, antara lain :

1. Membandingkan beberapa orang yang memiliki sifat kesamaan
2. Meramalkan kesamaan
3. Menyingkapkan kekeliruan
4. Klasifikasi

Contoh analogi : Demikian pula dengan manusia yang tidak berilmu dan tidak berperasaan, ia akan sombong dan garang. Oleh karena itu, kita sebagai manusia apabila diberi kepandaian dan kelebihan, bersikaplah seperti padi yang selalu merunduk.

C. Hubungan Kausal

Penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan.
Macam hubungan kausal :
a) Sebab- akibat.
Hujan turun di daerah itu mengakibatkan timbulnya banjir.
b) Akibat – Sebab.
Bobi tidak lulus dalam ujian kali ini disebabkan dia tidak belajar dengan baik.
c) Akibat – Akibat.
Ibu mendapatkan jalanan di depan rumah becek, sehingga ibu beranggapan jemuran di rumah basah.

Contoh Kausal : Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagi penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.


READMORE